Program Pengabdian Kemitraan Masyarakat

Dosen UMM Inisiasi Ruang Laktasi dan Kembangkan Aplikasi Simomi

  • 29-10-2019 / 20:05 WIB
  • Kategori:Advertorial
Dosen UMM Inisiasi Ruang Laktasi dan Kembangkan Aplikasi Simomi Kader Desa (mitra kegiatan) foto bersama dalam pelatihan manajemen laktasi.

Malangpostonline.com - Mendukung kebijakan pemerintah, khususnya di Kabupaten Malang tentang pentingnya pemberian ASI (Air Susu Ibu) eksklusif, Univeritas Muhammadiyah Malang (UMM) ikut terlibat aktif dalam sebuah program kemitraan masyarakat.

Program kemitraan masyarakat yang didukung oleh Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi ini telah berhasil menginisiasi ruang laktasi dan mengembangkan aplikasi Simomi di Desa Jatikerto, Kecamatan Kromengan,  Kabupaten Malang.

Secara resmi, Tim Pengabdi dari UMM yang diketuai Nur Hayatin, S.ST., M.Kom. dari Prodi Informatika dan Aini Alifatin, S.Kep., M.Kep. dari Prodi Keperawatan sebagai anggota, melakukan serah terima ruang laktasi di kantor Desa Jatikerto, Selasa (8/10) lalu. 

 

 

Dalam acara serah terima tersebut, ruang laktasi diserahkan oleh Ketua Tim Pelaksana, Nur Hayatin kepada Kepala Desa Jatikerto, Muhammad Satu. Kegiatan ini sekaligus menandai berakhirnya program kemitraan masyarakat yang digelar dosen UMM.

Dalam progam ini, selain menginisiasi ruang laktasi, para dosen UMM tersebut juga melakukan kegiatan pelatihan manajemen laktasi dan penggunaan aplikasi Simomi untuk kader desa atau mitra kegiatan. Lantaran laktasi ini memang sangat penting.

Laktasi adalah proses pemberian ASI kepada bayi. Sedangkan manajemen laktasi merupakan upaya mendukung keberhasilan, mulai kehamilan, melahirkan, hingga menyusui. Seorang bayi berhak mendapatkan ASI eksklusif selama minimal 6 bulan sejak kelahirannya.  

Kondisi saat ini, kesadaran para ibu akan pentingnya laktasi sudah mulai terbangun.  Hal ini tidak terlepas dari peran pemerintah dan asosiasi terkait yang selalu melakukan kampanye dan penyuluhan akan pentingnya ASI.

 

Serah terima ruang laktasi oleh Ketua Tim Pelaksana Nur Hayati, M.Kom. kepada Kepala Desa Jatikerto, Muhammad Satu.

 

Khusus di Kabupaten Malang meski persentase ibu menyusui cukup tinggi, pemerintah daerah tetap mendorong pemberian ASI secara khusus. Bahkan, Pemkab Malang rencana mengeluarkan regulasi resmi dalam bentuk Peraturan Bupati (PerBup) tentang pemberian ASI eksklusif.

PerBup dibuat sebagai  respon cepat atas gerakan pemberian ASI pada bayi usia di bawah dua tahun. Gerakan inilah yang didukung oleh UMM melalui kegiatan penyuluhan dan pelatihan tentang manajemen laktasi oleh para dosen.

“Dengan adanya ruang laktasi ini, kami berharap memberikan kontribusi untuk pertumbuhan generasi masa depan, khususnya di Desa Jatikerto ini. Syukur-syukur jika kelak menjadi inspirasi bagi semakin banyak desa di Indonesia,” ungkap Ketua Tim Pelaksana Nur Hayatin yang juga dosen di UMM.

Acara serah terima ruang laktasi tersebut ini dihadiri perangkat desa Jatikerto dan tim dari  UMM. Hadir pula dalam acara, bidan desa Jatikerto sebagai pengelola ruang laktasi. Selain itu, tim pengabdi berkreasi dengan aplikasi panduan manajemen laktasi berbasis android.

 

Ruang laktasi di kantor Desa Jatikerto.

 

Aplikasi simomi dikembangkan dengan mempertimbangkan banyaknya pengguna ponsel pintar dan terbatasnya koneksi internet di Indonesia. Simomi merupakan aplikasi yang dijalankan melalui ponsel pintar.

Keunggulannya Simomi ini adalah bisa diakses kapan pun dan di mana pun, baik secara offline maupun online, sehingga para ibu dapat belajar mandiri tentang manajemen laktasi secara optimal.

“Aplikasi Simomi memudahkan para ibu belajar tentang manajemen laktasi, khususnya untuk para ibu pekerja yang memiliki waktu terbatas. Karena cukup melalui ponsel pinter bisa belajar dan konsultasi langsung dengan pakar laktasi. Aplikasi ini juga dapat digunakan sebagai pendamping para kader ketika melakukan sosialisasi tentang laktasi ke warga”, pungkas Nur Hayatin. (*/adv/bua/Malangpostonline.com)

 

  • Editor : bua
  • Uploader : irawan
  • Penulis : ist
  • Fotografer : ist

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU