Malangpostonline.com Sambang Sekolah

Pilot Project Kemenko Perekonomian, SMK Mutu Siap Kerja Keras

  • 14-01-2020 / 22:47 WIB
  • Kategori:Sekolah
Pilot Project Kemenko Perekonomian, SMK Mutu Siap Kerja Keras Deputi Pengembangan Kewirausahaan Kemenko Perekonomian RI , Dr Yulius (berdiri) saat menyampaikan materi Kuliah Tamu di SMK Mutu Gondanglegi, Desember lalu. (Ist/pwmu)

Malangpostonline.com - SMK Muhammadiyah 7 (SMK Mutu) Gondanglegi Kabupaten Malang menjadi SMK Pilot Project Kementeriaan Koordinator Perekonomian RI sejak 2019 lalu. Predikat ini menjadi tantangan tersendiri bagi SMK Mutu untuk memperluas kiprahnya.

Sejauh ini, kiprah yang dilakukan SMK Mutu sudah beberapa kali berskala nasional dan internasional. Tak sebatas memastikan pelayanan pendidikan terbaik bagi siswa, SMK Mutu juga diharapkan lebih mampu menciptakan berbagai keunggulan dan daya saing SMK-SMK lainnya.

Seperti disampaikan Kepala SMK Muhammadiyah 7, H Pahri S.Ag. MM. bahwa dengan menjadi SMK pilot project Kemenko Perekonomian, maka akan banyak dilakukan pendampingan dan penambahan skill untuk menambah daya saing lulusannya.

“Kepercayaan besar negara ini, akan kami bayar dengan kesungguhan dan kerja keras. Semoga tidak mengecewakan,” ungkap Pahri yang dinilai sukses memimpin SMK Mutu berkinerja baik, memiliki jaringan kerja sama industri luas, serta punya kurikulum yang sinkron dengan dunia usaha dan industri.

Selain itu, dipilihnya SMK Mutu bersama 16 SMK Pilot Project lainnya lantaran  punya tata kelola lembaga yang profesional, tenaga guru yang kompeten, sarana prasarana yang mendukung dan lolos seleksi serta direkomendasi pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Waka sarpras SMK Mutu, Drs. Suherman bersama GM Malangpostonline.com, Buari STP.

 

Untuk itu, beberapa waktu lalu Pahri menjelaskan bahwa keunggulan yang akan dibangun melalui pilot project Kemenko RI ini adalah membekali siswa kemampuan kewirausahaan, sehingga bisa memiliki peluang untuk  membuka lapangan kerja mandiri.

Sementara di SMK Muhammadiyah 7 Gondanglegi sendiri kini terdapat 13  program keahlian. Beberapa jurusan sudah bekerja sama langsung dengan mitra industri dan membuka kelas industri. Adanya kelas industri ini menjadi daya tarik tersendiri di SMK Mutu.

"Kami bisa menerima hingga 1.000 siswa baru tiap tahunnya. Karena itu pula, SMK Mutu terus menambah layanan dan sarpras penunjang yang ada," jelas Waka sarpras SMK Mutu, Drs. Suherman saat ditemui GM Malangpostonline.com, Buari, STP., Selasa (14/1) siang.

Dalam rangka Malangpostonline.com sambang sekolah, Suherman menjelaskan bahwa pengembangan sarpras penunjang yang tengah dilakukan tahun ini setidaknya untuk tiga program keahlian. Yakni, fasilitas praktik jasa boga, perhotelan dan satu kelas industri.

Sedangkan tahun 2019 sudah banyak dilengkapi sarpras dan fasilitas untuk praktik kompetensi keahlian. Seperti Kelas Yamaha untuk teknik sepeda motor, Kelas Daihatsu Motor untuk teknik kendaraan ringan, Kelas Suryatek, kelas Banking, kelas Microsoft, kelas Alfamart, kelas Insan Medika dan termasuk Kelas Samsung.

“Proses penerimaan siswa baru di SMK Mutu sudah dimulai akhir tahun lalu, hari ini beberapa guru juga ada kegiatan di luar untuk presentasi. Target kita adalah 1000 siswa baru,” sebut Suherman mengaku Kepala SMK Mutu belum bisa menemui Malangpostonline.com lantaran ada kegiatan di luar kota. (amn/bua)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : amn
  • Fotografer : amn

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU