Bejat!. Tiga Pemuda Karangploso Setubuhi Gadis Bergantian

  • 09-01-2020 / 14:36 WIB
  • Kategori:Hukum Kriminal
Bejat!. Tiga Pemuda Karangploso Setubuhi Gadis Bergantian Ketiga tersangka ketika digelandang penyidik UPPA Satreskrim Polres Malang.

Malangpostonline.com - Tiga remaja asal Kecamatan Karangploso, harus menginap di Hotel Prodeo Mapolres Malang, sejak Rabu (8/1). Mereka ditangkap karena asusila. Ketiganya, menyetubuhi Bunga (nama samaran, red), 16, warga Desa Pandanlandung, Wagir secara bergantian.

Dari ketiga tersangka, dua diantaranya masih berstatus pelajar. Mereka adalah MD alias Sincan, 17, warga Desa Girimoyo dan GG, 17, warga Desa Donowarih. Keduanya inilah yang masih sekolah.

Sedangkan satu tersangka lagi adalah Agus Fadli Tigor, 19, warga Desa Tawangargo. "Mereka kami tangkap di rumahnya masing-masing. Ketiganya mengakui memang menyetubuhi korban," ujar Kanit Pelayanan Perempuan dan Anak Satreskrim Polres Malang, Ipda Yulistiana Sri Iriana.

Perbuatan bejat ketiga pemuda ini, dilakukan pada 19 Oktober 2019 lalu. Kejadiannya sekitar pukul 18.00, di rumah tersangka Tigor, di Dusun Leban, Desa Tawangargo, Karangploso.

Kronologis, sebelumnya korban dengan tersangka MD alias Sincan, berkenalan lewat Facebook. Setelah saling kenal, Sincan lantas mengajak korban janjian ketemu. Alasannya akan diajak untuk jalan-jalan.

Janjian pun disetujui pada 19 Oktober. Mereka bertemu di jalan. Setelah itu, dengan dibonceng sepeda motor, korban diajak ke rumah Tigor.

Di rumah tersebut, ternyata Tigor dan GG sudah menunggu. Selanjutnya, korban dipaksa untuk minum-minuman keras. Meski sempat menolak, namun ketiganya terus memaksa korban.

Begitu kondisi korban setengah teler, oleh Sincan korban ditarik ke dalam kamar. Korban sempat berontak, namun terus dipaksa hingga akhirnya disetubuhi. Setelah Sincan selesai, giliran GG, dan terakhir tersangka Tigor.

Puas melampiaskan nafsunya, korban diantarkan pulang tetapi hanya sampai jalan kampung. Korban yang ketakutan karena bau alkohol serta pulang kemalaman, akhirnya menginap di rumah tetangganya. Baru esok paginya pulang ke rumah.

Ketika pulang inilah, korban menceritakan apa yang dialaminya kepada orangtuanya. Bak disambar petir, orangtuanya yang tidak terima lantas melaporkan ke Polres Malang.

"Mereka kami jerat dengan pasal 81 Jo pasal 76D atau pasal 82 Jo pasal 76E Undang-undang nomor 35 tahun 2014 atas perubahan Undang-undang nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak," tegas Yulistiana. (agp)

  • Editor : agp
  • Uploader : rois
  • Penulis : agp
  • Fotografer : agp

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU