Berdayakan Potensi Antarwilayah, Dorong Wisata Desa Terpadu Kepanjen

  • 20-02-2020 / 10:56 WIB
  • Kategori:Destinasi
Berdayakan Potensi Antarwilayah, Dorong Wisata Desa Terpadu Kepanjen

Malangpostonline.com - Wilayah kecamatan Kepanjen Kabupaten Malang memiliki potensi lingkungan yang bagus dan menarik. Butuh lebih diberdayakan agar tercipta desa wisata terpadu di wilayah Ibukota Kabupaten Malang ini.

Konsep wisata desa terpadu ini sudah menjadi angan-angan bersama Paguyuban Kepala Desa/Lurah se wilayah Kepanjen.

"Ada keinginan kuat potensi sumberdaya alam dan lingkungan di masing-masing desa/kelurahan bisa dijadikan destinasi menarik bagi wisatawan. Terlebih, membangun desa wisata kini sangat mungkin dilakukan setiap desa," kata Didit Mulyo Susanto, Ketua Paguyuban Kades/Lurah se Kecamatan Kepanjen.

Dengan wisata desa terpadu ini, lanjutnya, maka diharapkan wisata atau keunggulan lokal semua desa bisa lebih tersentralisasi menjadi paket destinasi bagi pengunjung. Karena, agenda dan kegiatan kunjungan wisatawan bisa dikemas sedemikian rupa dan bisa bisa menjangkau semua.

"Kami berharap ada konsep dan disain bersama, termasuk dari pemangku wilayah kecamatan Kepanjen, sehingga wisata desa terpadu ini bisa terwujud dan maksimal hasilnya," kata Didit Mulyo.

Dikatakan, dengan dukungan Dana Desa (DD), tiap desa bisa leluasa memberikan dukungan dana penyertaan untuk rintisan, dan mengembangkan hingga benar-benar menjadi desa wisata.

Di wilayah Kepanjen sendiri, sejumlah desa sudah memulai dan terus mengembangkan adanya destinasi wisata desa ini. Sebut saja, Taman Edukasi Pertanian di Jatirejoyoso, Lembah Dilem, Kampung Batik Sengguruh, Pemandian Sumber Songo Jenggolo, dan Taman Curhat Curungrejo.

Didit Mulyo kemudian mencontohkan, wisata desa Taman Refujia di Jatorejoyoso yang diinisiasi pengembangannya sejak 2017 lalu. Dikatakan, pada awal rintisan desa wisata ini dikeluarkan dana pengembangan Rp 30 juta dari desa baru pada 2018.

"Pengembangan terus dilakukan tiap tahun, dengan dukungan dana yang bertambah. Terakhir, dianggarkan Rp 60 juta ditambah dari pemprov senilai Rp 50 juta, dan sekarang sedang diajukan mendapat bantuan pemerintah pusat," kata pria yang juga Kepala Desa Jatirejoyoso ini. 

Menurutnya, pengembangan desa wisata melalui BUMDesa dan Pokdarwis ini dengan harapan ke depan terbentuk desa mandiri di Jatirejoyoso. Dengan mengedepankan konsep wisata edukasi pertanian, kawasan di taman wisata desa ini bisa dikembangkan menjadi sumber pemberdayaan ekonomi kerakyatan bagi warga masyarakatnya. [amn/malangpostonline.com]

 

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

  • Editor : amn
  • Uploader : rois
  • Penulis : amn
  • Fotografer : amn

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU