Kembali Pimpin Uniga, Dyah Sawitri Siap Hadapi Tantangan Kampus Merdeka

  • 21-02-2020 / 04:56 WIB
  • Kategori:Advertorial
Kembali Pimpin Uniga, Dyah Sawitri Siap Hadapi Tantangan Kampus Merdeka SAKRAL: Prof. Dr. Dyah Sawitri, SE., MM., mengucapkan kalimat sumpah saat dilantik menjadi Rektor Uniga Periode 2019-2024.

Malangpostonline.com - Berdasarkan Surat Keputusan Yayasan Pendidikan Gajayana dengan nomor 054/SK/YAS/11/2019, Prof. Dr. Dyah Sawitri, SE., MM., kembali dilantik menjadi Rektor Universitas Gajayana Malang untuk periode kedua, masa bakti 2019-2024, di Aula Uniga, Kamis (20/2).

Acara pelantikan dipimpin oleh Ketua Yayasan Pendidikan Gajayana, Dr. Rosidi, MM., Ak dengan disaksikan oleh Pembina Yayasan Pendidikan Gajayana Prof. Dr. Mohammad Saleh, SE., MM., serta jajaran pengurus yayasan. Hadir juga Wakil Wali Kota Malang, Ir. Sofyan Edi Jarwoko, Ketua LL DIKTI Wilayah VII Jawa Timur, Prof. Dr. Ir. Suprapto, DEA dan para rektor di Malang Raya.

OPTIMIS: Prof. Dr. Dyah Sawitri, SE., MM., menerima SK pengangkatan sebagai Rektor Uniga dari Yayasan Pendidikan Gajayana

 

Dalam kesempatan tersebut, Dyah Sawitri mengaku tidak mudah menjadi seorang rektor di masa saat ini. Dibutuhkan komitmen yang kuat untuk melanjutkan perjuangan dan menjadikan Uniga Malang menjadi kampus terdepan dan berkarakter.

Menurutnya ada banyak tantangan bagi Uniga untuk melangkah menggapai tujuan tersebut. Antara lain era globalisasi di ranah Perguruan Tinggi yang menjadikan segala hal tiada batas. "Hal ini menyebabkan kompetisi semakin ketat. Ditambah tuntutan stakeholder akan kualitas pendidikan yang makin meningkat," ucapnya.

Tantangan selanjutnya kata dia, tentang kebijakan  kampus merdeka oleh Kemendikbud RI. Karena adanya kebijakan tersebut menuntut respon dan langkah-langkah starategis perguruan tinggi. "Dan Uniga merupakan PTS yang seluruh aspek pembiayaannya mandiri tanpa bergantung pada orang lain," sambungnya.

Kendati demikian, Dyah menegaskan, berbagai tantangan tersebut dianggapnya sebagai kesempatan dan peluang untuk membenahi kampus secara fundamental dengan cepat dan tepat. Bukan menjadi sebuah halangan bagi Uniga untuk maju dan menjadi yang terbaik. "Maka yang kita butuhkan adalah kerja keras, optimis dan kerjasama yang solid," tegasnya.

Dyah juga telah merumuskan konsep untuk meningkatkan budaya mutu di Uniga dengan langkah-langkah strategis. Sebagai upaya perwujudan visi dan mutu perguruan tinggi dengan membangun budaya mutu secara kuat. "Langkah strategis selanjutnya penguatan SPMI dan perbaikan tata kelola dengan penerapan sistem penjaminan mutu. Kemudian meningkatkan SDM baik fungsional maupun struktural," paparnya.

SAMBUTAN: Rektor Uniga Prof. Dr. Dyah Sawitri, SE., MM., menyampaikan sambutan pertama usai dilantik menjadi rector periode kedua

 

Ungkapan apresiasi pun disampaikan oleh Ketua Yayasan Dr. Rosidi, MM., Ak. kepada Dyah Sawitri usai pelantikan. Menurutnya Dyah merupakan sosok yang berdedikasi dan berprestasi. "Terimakasih atas dedikasi dan pencapaian kinerjanya untuk kemanjuan Uniga. Baik peningkatan jumlah mahasiswa maupun tugas Tri Dharma Perguruan Tinggi," katanya.

Sementara Kepala LLDIKTI Wilayah VII Prof. Dr. Ir. Suprapto, DEA juga menyampaikan bahwa progran Kemendikbud periode ini sangat frontal. Hal tersebut menjadi tantangan bagi perguruan tinggi untuk menyesuaikan diri dengan tahapan dan proses yang strategis dan efektif.

"Kami yakin Uniga bisa melalui tantangan tersebut. Karena Bu Dyah punya track record yang bagus di periode pertama, dengan menjadikan Uniga berada di rangking tiga puluhan dari 320 PTS yang ada di Jawa Timur,” kata dia. (imm/bua)

  • Editor : bua
  • Uploader : slatem
  • Penulis : Imam W.
  • Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU