Terapkan Multiple Intelligence Sekolah Akhlak Al-Kautsar Padukan Pelajaran Umum dan Alquran

  • 21-02-2020 / 19:17 WIB
  • Kategori:Advertorial
Terapkan Multiple Intelligence Sekolah Akhlak Al-Kautsar Padukan Pelajaran Umum dan Alquran SD PLUS AL-KAUTSAR: Antara prestasi akademik dan pemahaman terhadap Alquran harus seimbang

Malangpostonline.com - Multiple intelligence diartikan sebagai kecerdasan ganda atau kecerdasan majemuk. Dapat dimaknai sebagai kemampuan seseorang untuk menyelesaikan suatu masalah. Kecerdasan itu meliputi daya pikir dan perkembangan kognitif.

Konsep multiple intelegensi sudah lama dikembangkan dan diimplementasikan oleh para pendidik di lingkungan Sekolah Akhlak Yayasan Pelita Hidayah. Mulai dari TK Plus Al-Kautsar, SD Plus Al-Kautsar dan SMP Plus Al-Kautsar.

Multiple intelligence yang berkaitan dengan kecerdasan seseorang, salah satunya dikembangkan Al-Kautsar dari sisi kecerdasan spiritual. Yaitu dengan menerapkan sebuah program pembelajaran yang terintegrasi dengan Alquran. Meliputi semua mata pelajaran baik umum lebih-lebih pelajaran agama.

TK PLUS AL-KAUTSAR: Kecerdasan siswa dikembangkan sejak dini dengan sarana pembelajaran yang menarik

 

Hal tersebut disampaikan oleh Pengurus Badan Standarisasi Pelaksana Pendidikan (BSPP) Yayasan Pelita Hidayah Dra. Mufathonah, M.KPd.  Ia mengatakan mulai dari tingkat KB-TK sampai SMP, semua pelajaran dikorelasikan dengan ayat-ayat Alquran. "Bahwa di ilmu umum anak-anak tidak hanya mengetahui ilmu itu saja, melainkan juga dipahami secara mendalam dalam konteks Alquran sebagai pedoman hidup seorang muslim. Baik itu ilmu fisika, matematika, bahasa, dan lain sebagainya," katanya kepada Malangpostonline.com.

Konsep multiple intelligence yang berarah pada kecerdasan spiritual ini diharapkan menjadi metode yang efektif dalam membina keilmuan siswa sekaligus penguatan pada keimanan dan akhlak. "Sehingga pengetahuan anak betul-betul sampai ke hati dan pikirannya, dan akidah mereka semakin kuat," terangnya.

Ia mengungkapkan konsep pembelajaran seperti ini menuntut kesiapan guru dalam menguasai materi. Tidak hanya materi dari mapel yang diajarkan tetapi juga sampai pada pemahaman ayat yang berkaitan dengan materi tersebut.

"Misalnya tema keluargaku di tingkat TK, maka harus dicari referensi bahan ajarnya dalam ayat Alquran. Atau materi tentang besi, bisa dicari dalam Surat Al Hadid, yang begitu banyak ayat yang menerangkan tentang unsur-unsur kimia dari besi. Akhirnya anak akan mengerti bahwa di bidang sains Alquran juga menjelaskan, jadi tidak serta merta ditemukan oleh ilmuan barat," tuturnya.

Kepala BSPP Yayasan Pelita Hidayah, Dr. Dhiah Saptorini, SE., M.Pd menjelaskan, dengan pemahaman sains dan Alquran, maka tidak akan terjadi sekularisme pengetahuan dengan agama. "Jadi seolah-olah anak itu hanya mementingkan agama saja, ilmu pengetahuan dikesampingkan. Atau juga sebaliknya. Sehingga yang berjalan hanya satu sisi saja," ujarnya. 

Padahal kata dia, pendidikan yang seutuhnya harus ada keseimbangan antara ilmu umum dan agama. Tidak cukup hanya hafal Alquran, tapi juga mengerti matematika, bahasa, sejarah, sosial dan lain-lain. "Karena semuanya penting," imbuhnya. 

SMP PLUS AL-KAUTSAR: Selain kecerdasan spiritual, siswa juga memiliki kecerdasan linguistik dan kecerdasan musikal yang sama-sama bisa dikembangkan

 

Menurutnya, semua ilmu dijelaskan dalam Alquran. Sehingga tidak ada yang sia-sia dengan mengkorelasikan ilmu umum dengan Alquran. Siswa menjadi mengerti bahwa yang mereka pelajari tidak terpisah dari agamanya. Karena ilmu agama yang diketahui selama ini hanya tentang akidah, syariat dan akhlak. "Dengan begitu anak semakin tahu, dan yakin bahwa ilmu Allah sangat luar biasa. Apapun yang dipelajari selalu terhubung vertikal. Adapun akhlaknya tertata secara horizontal," kata dia.

Menerapkan multiple intelligence tidaklah mudah. Diperlukan kesiapan yang matang agar konsep yang baik ini tidak terkesan main-main. Terutama kesiapan guru sebagai pengajar dan pendidik.

Untuk menata ini maka BSPP melakukan pemetaan terhadap guru. Mulai komitmen dan kompetensinya.  Termasuk kompetensi baca Alquran dan unsur penunjang lainnya.

"Kalau masalah profesionalitasnya kami yakin mereka sudah punya sebagai seorang pendidik. Kita tinggal memahamkan materi dengan modul yang harus mereka kuasai," terangnya

Rini menambahkan, persiapan selanjutnya dilakukan dengan menerapkan monitoring evaluasi serta supervisi yang sangat ketat terhadap pendidik. Setelah itu tim supervisor yang dibentuk oleh BSPP melakukan penilaian dan pembinaan. "Proses ini berlaku untuk seterusnya. Karena kita ingin menjaga dan meningkatkan kualitas pembelajaran di Sekolah Akhlak Al-Kautsar," pungkasnya. (imm)

  • Editor : imm
  • Uploader : slatem
  • Penulis : Imam W.
  • Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU