Frater Monfoort Pimpin Unika Widya Karya Malang

  • 02-04-2020 / 18:33 WIB
  • Kategori:Advertorial
Frater Monfoort Pimpin Unika Widya Karya Malang REKTOR: Fr. Dr. Monfoort, BHK, SE, M.Pd, MM, MIH, M.AP

Malangpostonline.com - Sejak 28 Maret 2020 lalu, Fr. Dr. Monfoort, BHK, SE, M.Pd, MM, MIH, M.AP., menjabat sebagai rektor baru di Universitas Katolik Widya Karya Malang, untuk periode 2020 - 2024. Frater Monfoort, sapaan akrabnya, bukanlah orang baru di lingkungan pendidikan, khususnya di Kota Malang. 

Sejumlah karya telah berhasil diukirnya untuk kemajuan dunia pendidikan. Ia pernah menjabat sebagai Ketua Yayasan Mardi Wiyata sejak tahun tahun 2001 hingga 2019, yang menaungi lebih dari 20 lembaga pendidikan di seluruh Indonesia. 

NYAMAN: Mahasiswa-mahasiswi Unika Widya Karya belajar bersama menikmati fasilitas IT di kampus

 

Selain itu Frater Monfoort juga dipercaya sebagai Ketua Majelis Pendidikan Katolik Wilayah Keuskupan Malang, yang meliputi beberapa kota dan kabupaten di Jawa Timur. Termasuk sebagai Ketua Komdik Keuskupan Malang dan Presidium MNPK Jakarta.

Dan sejak tahun 2012, Ia diangkat sebagai dosen tetap di Universitas Wisnu Wardhana Malang. Sebagai dosen di FKIP PKn dan FEB dgn Mata Kuliah Agama Katolik, Etika Bisnis, Filsafat Ilmu, Bank dan Lembaga Keuangan. 

Berdasarkan segudang pengalaman dan keilmuannya tersebut, secercah harapan dimiliki oleh seluruh komponen civitas akademika untuk kemajuan Unika Widya Karya di masa yang akan datang. Dengan gagasan, ide dan langkah-langkah strategisnya Frater Monfoort bersama para wakil rektor, dekan, dosen dan seluruh mahasiswa siap melangkah bersama untuk perubahan yang lebih baik bagi Unika Widya Karya. 

KONSENTRASI: Para mahasiswa Unika Widya Karya dalam sebuah kegiatan perkuliahan 

 

Pria kelahiran Mauponggo, Nagekeo, Flores, NTT ini menuangkan beberapa pokok pikirannya sebagai konsep strategis pengelolaan lembaga perguruan tinggi. Sebagai pimpinan baru ia akan melakukan evaluasi dengan menganalisa masukan, proses, luaran dan capaian. "Masukan itu adalah semua hal yang berkenaan dengan penyelenggaraan perguruan tinggi, SDM dosen, karyawan, mahasiswa, sarana dan prasarana serta sumber daya lainnya, seperti visi, misi,kurikulum, sikap, kreativitas dan tata nilai budaya," terangnya. 

Sedangkan proses, kata dia, adalah usaha untuk mendayagunakan sistem, sumber daya yang tersedia dalam pelaksanaan kegiatan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.  "Adapun capaian adalah dampak yang ditimbulkan dari luaran terhadap para pemangku kepentingan antara lain tingkat kepuasan mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, lulusan, pengguna lulusan, akreditasi, dan sertifikasi," paparnya. 

Frater Monfoort, juga menegaskan bahwa dalam upaya pengembangan Unika Widya Karya Malang, dibutuhkan komitmen untuk menjabarkan dan melaksanakan visi, misi, tujuan, strategi dan sasaran. "Dalam kerangka visi dan misi, berarti menyelenggarakan program pendidikan tinggi harus berkualitas, termasuk penelitian dan pengabdian kepada masyarakat sebagai unsur Tri Dharma Perguruan Tinggi," jelasnya. 

MEGAH: Gedung kampus Unika Widya Karya 

 

Sebagai bagian dari pokok pikiran penting dalam memimpin kampus di Jalan Bondowoso ini Frater Monfoort juga memaparkan Tata Pamong, Tata Kelola, Sistem Penjaminan Mutu dan Kerjasama. 

Menurutnya, pengembangan  sistem tata pamong diarahkan untuk mewujudkan Sentralisasi Administrasi dan Desentralisasi Akademik. Untuk memantapkan tata pamong, tata kelola, sistem penjaminan mutu dan kerjasama yang bisa dilakukan adalah peningkatan kapasitas dan kualifikasi kepemimpinan yang sesuai dengan kompetensinya. 

"Menerapkan sistem penjaminan mutu akademik internal dengan cara melakukan audit mutu internal melalui Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI). Serta mengarahkan pada dosen untuk aktif dan disiplin dalam pengisian SIAKAD," tuturnya. 

Selain itu, ada beberapa upaya yang tidak kalah penting untuk memajukan Unika Widya Karya, antara lain mengembangkan kerjasama institusi di dalam negeri maupun luar negeri. Meningkatkan jumlah mahasiswa dan lulusan, melakukan Pengembangan SDM serta mereview kurikulum, pembelajaran dan suasana akademik. "Langkah ini untuk merespons kebijakan Mendikbud yang menerapkan kebijakan Kampus Merdeka,  untuk mereview kurikulum yang lebih kontekstual dan kekinian," ujarnya. (imm/adv)

 

PENTING! Baca Ini:

https://m.malangpostonline.com/bisnis/lowongan-kerja

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-baris

https://m.malangpostonline.com/bisnis/iklan-properti

  • Editor : imm
  • Uploader : slatem
  • Penulis : Imam W.
  • Fotografer : Imam W.

KOMENTAR ANDA

BERITA TERBARU